Ketika kau datang waktu itu
Kutatap matamu dengan penuh tanya
Apakah bidadari benar-benar ada?
Apakah akhirnya yang maha satu mengirimkan malaikatnya untuku?
Kuanggap waktu itu bukan mimpi
Kubukakan pintu hatiku lebar-lebar
Berharap kau menerima ku
Kuberikan segenap jiwa raga
Berharap kita bisa bersatu
Dan waktu itu, kau katakan Ya
Apakah kau tahu rasanya hati yang terisi?
Hati yang jiwanya setiap hari didendangkan nada-nada indah
Hati yang raganya tak pernah bosan menyongsong esok
Hati yang berkata, sudah cukup, aku tak ingin lebih lagi
Dirimu, yang kuinginkan, tak lain dan tak bukan
Diriku, yang mungkin masih kau harapkan, meski sekarang, telah hilang arah, tak tahu dimana harus berlabuh