Masih adakah aku
Dalam do'a do'a
Di tiap akhir sujudmu?
Kutahu
Kusudah tak pantas
Untuk menyandingmu
Tiada harap lagi
Walaupun harus berlari
Tapi apakah salah untuk bertanya
Masih adakah aku dihatimu?
Sudah 6 tahun blog ini berdiri. Tapi isinya ya cuman itu-itu aja. Gak berbobot, gak lazim, gak kompeten. Yang penting, terima kasih sudah mampir.
Masih adakah aku
Dalam do'a do'a
Di tiap akhir sujudmu?
Kutahu
Kusudah tak pantas
Untuk menyandingmu
Tiada harap lagi
Walaupun harus berlari
Tapi apakah salah untuk bertanya
Masih adakah aku dihatimu?
Ketika kau datang waktu itu
Kutatap matamu dengan penuh tanya
Apakah bidadari benar-benar ada?
Apakah akhirnya yang maha satu mengirimkan malaikatnya untuku?
Kuanggap waktu itu bukan mimpi
Kubukakan pintu hatiku lebar-lebar
Berharap kau menerima ku
Kuberikan segenap jiwa raga
Berharap kita bisa bersatu
Dan waktu itu, kau katakan Ya
Apakah kau tahu rasanya hati yang terisi?
Hati yang jiwanya setiap hari didendangkan nada-nada indah
Hati yang raganya tak pernah bosan menyongsong esok
Hati yang berkata, sudah cukup, aku tak ingin lebih lagi
Dirimu, yang kuinginkan, tak lain dan tak bukan
Diriku, yang mungkin masih kau harapkan, meski sekarang, telah hilang arah, tak tahu dimana harus berlabuh
Jangan kau hiraukan pagi datang melanda
Yang merayap perlahan merasuki ragamu
Biarkan saja cahanya memasuki sudut rumah
Relakan dinginnya yang kelam menyelimutimu
Karena kau sudah tak peduli
Lelahmu yang semalam masih membalutmu mesra
Penatmu yang tak kunjung hilang, membelaimu mesra di setiap detiknya
Apakah masih harus bagimu untuk peduli
Jika kau tak tahu
Pagi ini kau masih bisa beranjak lagi
Menjejaki dunia
Mencari sepotong lauk
Untuk makan nanti malam